Manfaat Menggunakan Moisture Meter




Moisture meter merupakan instruments yang digunakan untuk mengetahui kelembaban kadar air pada suatu zat, bisa itu biji-bijian ataupun yang lainnya. Kandungan kelembaban dipengaruhi oleh zat yang mempunyai sifat fisik seperti berat, densitas, indeks bias, kekentalan, konduktivitas, dan lain-lain. Metode pengukuran dapat dibagi dalam beberapa metode, yaitu metode termogravimetri, metode kimia, metode spektroskopi, dan lain-lain.

 

Alat ukur kadar air jika diartikan bukan berarti 1 fungsi saja akan tetapi mempunyai 2 makna fungsi yaitu alat yang betul betul untuk mengukur kadar air ( liter, kubik, dll) atau alat ukur kadar air untuk suatu zat, yaitu moisture meter. Pada zaman dahulu tentunya tidak ada penunjang alat untuk mengetahui kelembaban kadar air pada beras, Oleh karena itu dijaman tersebut masih menggunakan cara kebiasaan yaitu diraba dan dirasakan menggunakan gigitan yang dipatahkan biji / berasnya.

 

Seiring teknologi semaki berkembang dibuatlah alat yang canggih dan serbaguna untuk mengukur dan mendiagnosis kelembaban didalam bijian-bijian. Alat ini juga dapat menghitung kelembaban dalam segala kondisi, baik terhampar, maupun dalam keadaan tersimpan disuatu tempat. Kombinasi pembacaan dalam pengukuran kelembaban kadar air yang sempurna ini membantu pengguna untuk memetakan masalah dan memonitring perubahan pada kondisi yang tepat dan handal.

 

Dengan berbagai fungsi Moisture Meter sebenarnya alat ini hanya sebagai alat bantu saja yang dijadikan alat simple dan mudah digunakan, dengan nilai akurasi yang berbeda-beda sesuai dengan jenis dan kapasitas alat tersebut.

 


Lalu bagaimana dengan cara kerja Moisture Meter ini? Ada beberapa cara kerja yang dapat dilakukan untuk mengukur jumlah kandungan air yang terkandung dalam suatu zat, diantaranya yaitu :

 

 Termogravimetri :      Cara ini dilakukan dengan beberapa tahap yakni penimbangan, pengovenan, dan         pendinginan hingga diperoleh berat yang konstan.Nilai dari kandungan air yang      ditentukan dapat dilihat dari selisih berat sebelum pemanasan dan sesudahnya.

 

 Konduktometri :      Nah cara inilah yang dilakukan oleh alat Moisture Meter, yaitu dengan cara elektrik.      Teknik pengukuran konduktometri didasarkan pada konduktivitas dan hantaran listrik.      Kadar air akan berbanding linear terhadap kapasitas listrik yang anda ukur.Hantaran      Listrik tersebut akan terdeteksi oleh alat yang dinamakan detect.