Fungsi Gloss Meter Di Dunia Insdustri




Glossmeter terdiri dari kata Gloss yang artinya ukuran dari proporsi cahaya yang memiliki refleksi specular dari permukaan. Pengertiannya adalah instruments yang digunakan untuk mengukur gloss bahan seperti plastik, cat dan kertas atau juga bisa diartikan pengukuran kilap atau tingkat kecerahan pantulan cahaya yang dihasilkan sesuai dengan standar kilap. Intensitas tergantung pada material dan sudut pencahayaan.

 

Sebuah gloss meter (juga gloss meteran) adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur refleksi specular gloss dari permukaan. Gloss ditentukan dengan memproyeksikan sinar cahaya pada intensitas yang tetap dan sudut ke permukaan dan mengukur jumlah cahaya yang dipantulkan pada sudut yang sama tetapi berlawanan.

 

Ada sejumlah geometri yang berbeda untuk pengukuran gloss, masing-masing tergantung pada jenis permukaan yang akan diukur. Untuk non-logam seperti pelapis dan plastik, jumlah cahaya yang dipantulkan dengan sudut yang lebih besar dari pencahayaan, karena beberapa cahaya menembus bahan permukaan dan diserap ke dalamnya atau difus tersebar tergantung pada warnanya. Sedangkan logam memiliki refleksi yang jauh lebih tinggi.

 

Banyak standar teknis internasional yang tersedia yang menentukan metode penggunaan dan spesifikasi untuk berbagai jenis glossmeter yang digunakan pada berbagai jenis bahan termasuk cat, keramik, kertas, logam dan plastik. Banyak industri menggunakan glossmeter dalam kontrol kualitas mereka untuk mengukur gloss produk untuk memastikan konsistensi dalam proses manufaktur mereka. Industri otomotif adalah pengguna utama glossmeter, dengan aplikasi membentang dari lantai pabrik hingga ke bengkel.

 

Gloss merupakan aspek dari persepsi visual objek yang sama pentingnya dengan warna ketika mempertimbangkan dampak psikologis produk pada konsumen. Dengan kata lain, “Gloss Menjual” Gloss telah didefinisikan sebagai atribut dari sebuah permukaan yang menyebabkan ia memiliki penampilan logam mengkilap atau berkilau.

Oleh karena itu penting bahwa tingkat gloss konsisten pada setiap produk atau seluruh batch produk yang berbeda. Gloss juga dapat menjadi ukuran kualitas permukaan, misalnya penurunan gloss dari permukaan dilapisi dapat menunjukkan masalah dengan obat-nya yang mengarah ke kegagalan lain seperti adhesi miskin atau kurangnya perlindungan untuk permukaan yang dilapisi.

Hal ini yang menjadi alasan bahawa banyak industri manufaktur yang memantau gloss dari produk mereka, mulai dari mobil, percetakan dan furniture untuk makanan, farmasi dan konsumen elektronik.

Semua industry diatas merupakan industri yang mengutamakan mutu dan kualitas barang yang mereka miliki atau pun diperjual belikan. Dibalik utamanya mutu dan kualitas tentunya ada kegiatan standarisasi yang telah ditentukan serta ditetapkan untuk mendukung mutu dan kualitas hasil produksi dari industry itu sendiri dan standarisasi untuk gloss solusinya adalah gloss meter.