Fungsi Stasiun Cuaca




Fungsi Stasiun Cuaca - Cuaca adalah segala sesuatu atau peristiwa yang terjadi pada kondisi udara di suatu wilayah yang relatifnya sempit dan dalam kurun waktu tertentu. Singkatnya cuaca merupakan kondisi udara harian pada suatu tempat dan melingkupi wilayah tertentu dan dapat berubah setiap harinya.

 

Perumpamaan saat pukul 07.00 WIB, keadaan cuaca di kota Jakarta sedang  cerah dan suhu udaranya berkisar antara 23.C – 27.C, lalu kondisi angin bertiup dari arah barat laut berkisar 25 km/jam, tetapi pada pukul 14.00 WIB Kondisi cuaca berubah jadi lebih berawan tebal dengan suhu udara berkisaran 30.C, dan juga angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan 20 km/jam.

 

unsur dari cuaca & iklim


1. Suhu/temperatur

Suhu udara atau temperatur udara berbeda – beda pada tempat satu dengan tempat lainnya, hal itu disebabkan beberapa factor berikut :

  1. Seberapa lamanya sinar matahari ke bumi yaitu intensitas sinar matahari di belahan bumi sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh letak lintang.
  2. Suatu ketinggian pada daerah tertentu, semakin datar suatu tempat atau wilayah maka panas yang diterima akan semakin besar.
  3. Kondisi awan, saat atmosfer terdapat banyak awan maka panas yang diterima bumi akan lebih kecil karena terserap oleh awan.
  4. Kondisi tumbuhan di permukaan bumi.
  5. sudut datangnya penyinaran matahari yaitu suatu sudut bentukan dari sinar matahari pada bidang permukaan di bumi.
  6. Alat untuk mengukur suhu adalah Thermometer

2. Tekanan undara

Tekanan undara adalah suatu gaya yang dipicu oleh adanya berat dari lapisan udara, besar tekanan udara ini bisa berubah-rubah atau kerapatan massa udara pada satuan wilayah tertentu. Dan alat untuk mengukur tekanan udara ialah Barometer.

3. Kelembaban udara

Yaitu banyak sedikitnya uap air yang terkandung dalam udara pada saat waktu tertentu. Sedanfkan alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban udara disebut dengan Higrometer

4. Angin

Yaitu udara yang bergerak dari daerah bertekanan maksimum (tinggi) ke daerah tekanan minimun (rendah). Sedangkan untuk mengukur kecepatan & arah angin digunakan Anemometer dengan menggunakan skala Beaufort.

5. Hujan/Curah hujan

Hujan/Curah hujan adalah ukuran atau  intensitas jumlah air hujan yang turun ke wilayah tertentu dalam kurun waktu tertentu.

 

Aktivitas manusia sehari-harinya sangat ditentukan oleh factor cuaca, Jika cuaca baik aktivitas manusia hari itu juga berjalan lancar. Tetapi sebaliknya cuaca buruk bisa membuat sebagian aktivitas manusia terganggu atau terhenti. Karena itu kita harus mampu memprediksikan kondisi cuaca untuk saat tertentu sangat penting untuk diketahui. Dari kepentingan itu, dibuatlah tempat khusus untuk didirikan stasiun-stasiun cuaca di seluruh dunia. Stasiun cuaca adalah tempat yang didalamnya terdapat alat untuk mengamati kondisi udara dan cuaca. Untuk jaringan stasiun cuaca yaitu pertama kali didirikan di Perancis pada tahun 1855, Saat ilmuwan Le Verrier menunjukkan bagaimana terjadinya kapal perang Perancis tenggelam karena terkena badai. Le Verrier menjelaskan bahwa jalur badai bisa dilacak sehingga kapal bisa berlayar dengan aman dan sampai tujuan.

 

Saat mendeteksi cuaca umunya para ahli meteorologi menggunakan informasi hasil yang dikumpulkan dari seluruh dunia. Hasil informasi ini bersadar pada pengamatan pada waktu yang sama setiap hari, di stasiun-stasiun cuaca dan tempat lainnya menggunakan berbagai macam cara. Data yang dicatat yaitu suhu, temperatur, tekanan dan arah angin, kelembapan udara, perubahan tekanan dalam tiga jam terakhir, keadaan awan, keadaan langit dan curah hujan. Data-data itu digunakan untuk memprakirakan cuaca pada 24 jam, bisa untuk seminggu, sebulan atau lebih. Pada negara-negara maju, stasiun cuaca mulai banyak, stasiun cuaca umumnya berjarak 50 kilometer satu dengan lainnya. Sementara pada daerah yang jarang penduduknya atau negara yang kurang berkembang, stasiun cuaca lebih jauh lagi bisa berjarak hingga 1.000 kilometer satu dengan yang lain

 

Berdasarkan ketentuan internasional, stasiun cuaca dikategorikan jadi empat tingkat :

  • Stasiun tingkat I yaitu stasiun utama, stasiun cuaca ini dilengkapi dengan alat meteorologi lengkap dengan alat-alat yang bisa mencatat secara otomatis. Di stasiun tingkat I dilakukan pengamatan cuaca setiap jam setiap hari.
  • Stasiun tingkat II ataudisebut juga sebagai stasiun pelengkap, stasiun ini dilengkapi dengan alat-alat meteorologi lengkap, dan hanya mendetekasi cuaca unsur meteorologi 3 kali setiap harinya.
  • Stasiun tingkat III dilengkapi dengan alat-alat meteorologi kecuali untuk alat ukur tekanan dan kelembapan dan tidak dilengkapi dengan alat yang dapat mencatat sendiri. Di sini, dilakukan pengamatan sekurang-kurangnya 3 kali setiap harinya.
  • Stasiun tingkat IV, model stasiun ini dilengkapi oleh alat ukur endapan atau hujan dan model ini dapat mengukur hujan, mengamati peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan hujan, seperti kabut, hujan es, guntur, dan lain-lain.

 

Di Indonesia sendiri untuk kegiatan pengamatan cuaca telah dilakukan sejak tahun 1758( tidak dilakukan secara terus-menerus).Pada awalnya ada seorang nahkoda kapal sedang berlabuh di Jakarta dan dirinya mengamati suhu dan tekanan atmosfer di perairan Jakarta. Kemudian tahun 1778, dilakukan perhitungan untuk hujan di Jakarta dalam per hari, pengamatan badai di Laut Banda, serta pengamatan cuaca laut oleh Vessels Gouverments Marine Jakarta.

 

Awal pengamatan mengenai cuaca terealisasi pada 1 Januari 1866, wakti itu dilakukan pengamatan meteorologi setiap jam di gedung yang sekarang beralamat di Jalan Arief Rahman Hakim No. 3. Saat itu, pengamatan cuaca dan iklim dilakukan oleh lembaga Pemerintah Belanda yaitu ‘Batavia Magnetisch en Meteorologisch Obsevatorium”, yang di dalamnya terdapat lima orang pegawai pribumi (Indonesia).

 

Semoga artikel diatas bermanfaat untuk Anda, terima kasih telah mengunjungi web kami. Jika Anda ingin membeli Stasiun Cuaca hubungi kami disini ya.

E-mail: sales@anm.com
Phone: 021 8690 6782
Fax: 021 8690 6781.
Address : Jl.Radin Inten II No.61 A, Duren Sawit, Jakarta Timur